Tips Orang Tua Menyiapkan Anak Menghadapi Ujian

Keberhasilan seorang anak dalam menghadapi ujian di sekolah baik itu US, USBN maupun UN bukan semata-mata menjadi tanggung jawab dari guru atau sekolah. Melainkan peranan orang tua atau keluarga juga cukup besar terhadap kesuksesan anak-anaknya. Kita semua menyadari bahwa terdapat tiga tempat untuk pendidikan anak, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Orang tua tidak boleh menumpukan keberhasilan pendidikan anaknya hanya kepada guru atau sekolah. Waktu belajar anak di sekolah mulai pukul 07.00 s.d 14.00, jadi hanya sekitar 6 sampai 7 jam. Selebihnya waktu anak dihabiskan di dalam keluarga dan atau masyarakat. Tips Orang Tua Menyiapkan Anak Menghadapi Ujian.

Apalagi di era melenial seperti sekarang ini, anak-anak lebih suka bermain games atau gadget dari pada belajar. Belum lagi orang tua yang disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Nyaris hanya ada sedikti waktu bagi anak untuk sekedar berbagi pandangan dengan orang tua. Nah kalau sudah seperti ini, ujung-ujung keberhasilan anak ditimpakan kepada sekolah. Padahal orang tua terkadang marah bahkan murka ketika anaknya dicubit oleh gurunya, sehingga guru harus berhadapan dengan aparat penegak hukum. Disini posisi guru menjadi dilematis, satu sisi ingin mendidik agar anak memiliki akhlak yang baik namun dibayang-bayangi oleh rasa takut.

Meskipun orang tua hanya memililki sedikit waktu untuk mendampingi anaknya dalam belajar, tetapi tetap harus dilakukan. Apalagi menjelang UN atau USBN pada semester genap ini. Kira-kira apa yang harus orang tua perbuat dalam menyiapkan anak menghadapi ujian? Berikut admin sampaikan Tips Orang Tua Menyiapkan Anak Menghadapi Ujian.

1.Memahami tipe belajar anak
Seorang anak memiliki gaya belajar yang berbeda dengan anak lainnya, hal ini harus disadari oleh orang tua. Sebagai orang tua kita tidak dapat menyamakan belajar seorang adik dengan kakaknya. Menurut David Kolb gaya belajar merupakan karakteristik kognitif, afektif, dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu. Serta berinteraksi dan merespons lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif stabil.

Orang tua harus menyadari bahwa belajar itu bersifat unik, untuk memperoleh hasil yang ralatif stabil gaya belajar yang digunakan berbeda. Setelah orang tua mengetahui gaya belajar anaknya, maka tinggal memantau dan memberikan penguatan-penguatan.

2. Memahami karakter anak
Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Karakter disini berbeda dengan kepribadian, karena terbentuk melalui proses pembelajaran di berbagai tempat, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan memahami karakter anak, orang tua mudah untuk memberikan arahan bahkan motivasi kepadanya. Hal ini sangat penting karena seorang anak akan merasa bahagia apabila sering mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Apalagi saat-saat krusial bagi anak pada saat menghadapi ujian nasional ataupun kenaikan kelas.

3. Sekali waktu tunggui anak dalam belajar
Sesibuk-sibuknya orang tua pasti punya waktu untuk anaknya, meskipun hanya sejenak. Kesuksesan orang tua dalam bekerja tidak ada artinya bila tidak diimbangi dengan keberhasilan belajar anaknya. Apalagi waktu-waktu yang menentukan keberhasilan anak dari jenjang pendidikan SD, SMP atau SMA/SMK. Luangkan sedikit waktu untuk mendampingi anak dalam belajar menghadapi ujian. Sampaikan pada anak anda bahwa ujian itu selalu mengiringi setiap langkah kita. Di sekolah, keluarga, masyarakat, mencari kerja dan bahkan sudah bekerja kita selalu menghadapi ujian. Jadi hadapi ujian dengan tenang namun serius, karena hasil dari ujian hanya dua yaitu lulus atau tidak lulus.

Pada saat menunggui anak yang sedang belajar, orang tua tidak harus memberitahu tentang materi pelajarannya. Kiranya dengan keberadaan orang tua disisinya anak sudah merasa diperhatikan, sesekali berikan pertanyaan ringan pada anak anda sebagai bentuk dukungan.

4. Berikan motivasi belajar kepada anak
Awali dengan menanyakan cita-cita anak, lalu sampaikan bahwa untuk mencapai cita-cita harus belajar dengan tekun. Berilah pengertian bahwa sebenarnya semua anak dilahirkan dengan tingkat kecerdasan yang sama. Sehingga tidak ada anak yang bodoh melainkan anak malas, ingatkan akan pepatah “rajin pangkal pandai”.

Untuk memotivasi belajar anak, orang tua dapat dengan memberikan hadiah atas keberhasilan anaknya. Hadiah tidak harus mahal, tetapi yang bermanfaat bagi anak. Rasa percaya diri seorang anak berasal dari penilaian keluarga mereka. Melihat reaksi dari orangtua yang positif dapat menumbuhkan keinginan pada diri anak untuk memberikan yang terbaik. Sebaliknya ketika anak mengalami kegagalan jangan dicaci, berilah pengertian bahwa kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Mengapa tertunda? Ya…karena kurang efektif dalam belajarnya, sehingga ada alasan untuk memacu belajar anak. Dengan demikian tidak mematikan motivasi belajar anak.

5. Tentukan jam belajar bagi anak
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya berhasil dalam studinya. Berbagai strategi tentu akan dilakukan salah satunya dengan menentukan kapan waktu yang tepat bai anak untuk belajar. Tentu saja biarkan anak yang menentukan waktu yang cocok, sehingga anak diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Setela disepakati kapan waktu untuk belajar, maka semua pihak harus sportif. Artinya selama waktu belajar tidak diperkenankan melakukan aktivitas lain yang dapat menggangu konsentrasi anak. Misalnya nonton TV, main game di HP dan sebagainya. Tugas orang tua adalah memantau apakah ketentuan jam belajar sudah dimanfaatkan sebaik-baiknya atau belum.

6. Luangkan waktu untuk berkumpul dengan anak
Seorang anak memerlukan kebutuhan lahiriah dan rohaniah. Orang tua dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan lahiriah berupa harta benda. Namun hal itu tidak cukup bagi anak, mereka butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua adalah dengan berkumpul bersama keluarga. Melalui berkumpul setiap anggota keluarga dapat bertukar pendapat, bercengkrama dan berbagi cerita. Hal ini dapat mencairkan suasana dan menambah keakraban, apalagi orang tua menanyakan tentang bagaimana sekolahnya, teman-teman bahkan gurunya.

7. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
Dalam rangka menyiapkan anak mengahadapi ujian, orang tua dapat membantu dengan memberikan tempat belajar yang nyaman dan representatif. Orang tua harus menyadari bahwa belajar dapat dilakukan diberbagai tempat dan situasi. Demi kenyaman dalam proses belajar

Maka harus dikukung oleh tempat yang menyenangkan. Misalnya tempat belajar harus cukup penerangan, cukup luas dan terbebas dari hal-hal yang dapat mengganggu belajar anak. Sebetulnya bukan hal yang sulit unutk menyiapkan hal ini, hanya perlu kejelian dari orang tua saja. Belajar bukan berarti hanya membaca dan menghafalkan materi pelajaran. Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan. Sehingga menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.

8. Sertakan dalam program bimbingan belajar
Sekarang ini banyak bertebaran program bimbingan belajar untuk menyiapkan anak menghadapi ujian ataupun kenaikan kelas. Sebagai orang tua tidak ada salahnya meberikan kesempatan kepada anak untuk mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Dengan mengikuti bimbingan belajar, anak dapat memperoleh pengayaan baik terhadap materi pelajaran maupun soal-soal yang akan diujikan. Memang bukan jaminan dengan mengikuti bimbingan belajar lantas dapat lulus ujian dengan nilai yang sangat baik. Minimal dengan program ini anak merasa lebih mantap dan siap dalam menghadapi ujian ataupun kenaikan kelas.

Tips di atas bukan satu-satu cara agar anak kita berhasil dalam mengahadapi ujian atau kenaikan kelas. Tentunya anda sebagai orang tua tua lebih memahami apa yang menjadi kebutuhan putra anda. Namun tidak ada salahnya apabila anda akan mencoba tips di atas.

sumber: bertema.com

Home | About Us | Profile Teacher | Gallery | Contact Us

Copyright © 2014 . All Rights Reserved.